Melanjutkan cerita perjalanan aku waktu ikut program WHV, aku sudah berbagi tulisan aku yang sebelumnya tentang bagaimana perjalanan aku mendapatkan Visa Bekerja dan Berlibur WHV dan mendapatkan pekerjaan pertama ku menjadi Aupair di Australia menggunakan visa ini waktu masih di Indonesia. Kali ini aku mau berbagi tentang pengalaman aku bagaimana aku mendapatkan dan bekerja sebagai Aupair di Australia. Menggunakan Visa Bekerja dan Berlibur untuk bekerja sebagai WHV Saat mencari informasi tentang bekerja di luar negeri waktu masih di Indonesia, aku juga nemu kalau di negara Eropa itu ada visa khusus untuk Aupair. Dimana ada beberapa website yang dapat dipakai untuk menghubungi dan dihubungi oleh host family yang sedang mencari Aupair untuk menjaga anak mereka. Jadi di website kalian bisa google aja yah soalnya aku sudah lupa tepatnya web apa intinya kalian buat profile kalian lalu ada beberapa profile host family yang kalian bisa baca yang mana kira-kira kalian cocok, lalu kalian bisa saling kirim pesan lalu janjian untuk video conference/ video call untuk mengenal lebih dekat tentang host family tersebut. Setelah sudah dapat yang cocok, lalu host family akan mengirimkan surat undangan ke tempat kalian tinggal di Indonesia melalui pos. Lalu dengan surat undangan tersebut kalian bisa pakai untuk mengurus visa Aupair tersebut di kedutaan Jerman. Namun untuk mengurus visa ini, kalian diwajibkan dapat berbahasa Jerman minimal A1. Selain itu tentang pekerjaan Aupair di Eropa itu ada hukumnya jelas tertera di hukum negara, jadi kalau kalian dalam kesulitan kalian bisa lapor. Jadi kalau Aupair di Eropa itu biasanya kalian bisa dapat hari libur dimana kalian bisa pakai sekolah Bahasa dan kalian juga bisa dibayarkan oleh host family nya atau pun kalian harus bayar sendiri tergantung komunikasi kalian dengan host family. Pokoknya singkat cerita aku hampir ambil program Aupair ke Eropa, namun karena kendala bahasa dan saat itu WHV yang kira-kira paling memungkinkan, jadinya aku Aupair di Australia di tahun 2016 dan masih tetap di sini sampai sekarang July 2021. Oke lanjut… Kalau dibandingkan dengan Aupair di Eropa, ada beberapa perbedaan dengan Aupair di Austarlia. Kalau di Aussie, tidak ada visa khusus untuk Aupair. Kalau kalian mau kerja Aupair di Australia, kalian bisa pakai visa apa saja yang memungkinkan kita bisa bekerja seperti WHV, student, dll. Dimana visa ini harus kalian urus sendiri, tanpa harus dapat surat undangan gitu. Setelah visa aku dapat, aku coba cari-cari kerja lah dari berbagai sumber khususnya online. Lalu aku nemu grup Facebook WHV Indonesia, disitu aku dapat lowongan ada yang cari Aupair untuk gantiin anak WHV yang visa nya bentar lagi mau habis. Kemudian aku coba chat orangnya agaplah namanya WHV Rini. Nah kita obrolinlah tentang pekerjaanya sebagai Aupair, fasilitas yang kita dapat, rutinitasnya, dan kayak profile host family nya lah. Pada akhirnya aku ambil pekerjaan ini dan kita atur kapan datang ke Canberra dan mulai kerja. Nah jadi tu aku akan jagain satu anak saja, anaknya besar dan sudah besar, di sekolah dasar gitu dan host mom nya bekerja sebagai dokter. Fasilitas yang Didapatkan waktu Aupair Waktu tiba di Canberra, host mom nya jemput aku pakai mobil lalu sampai dirumah aku diajak tur keliling apartemen tempat mereka tinggal. Kemudian aku dikenalin sama anaknya juga lalu aku disuruh istirahat. Berikut aku list yang aku dapatkan Kamar tidur dan kamar mandi sendiri. Di kamar nya itu sendiri ada tempat tidur untuk satu orang, meja belajar, kursi, heater, dan lemari baju. Pulsa isi ulang 30 AUD setiap bulan. Akses WIFI dan Netflix Makan. Seminggu sekali aku temenin mamanya kita belanja bahan makanan bareng. Saat belanja juga host mom nya ngomong kalau aku bisa pilih makanan yang mau aku makan dan aku juga milihnya yang sewajarnya, ehehe. Namun kalau aku mau makan, aku bisa ambil saja dari kulkas dan pantry mereka juga koq. Pocket money. Aku ditransfer pocket money setiap minggu ke bank aku sebesar AUD 250. Rutinitas Sehari-hari sebagai Aupair Sekitar jam host mom nya berangkat kerja dan anaknya biasanya juga sudah bangun dan anaknya langsung nonton TV. lalu aku keluar kamar sekitar jam 8 untuk keluarin piring dll dari dishwasher lalu masakin anaknya makan pagi dan menyiapkan bekal makan siang. Makan pagi anaknya sangat mudah dan hampir setiap hari makannya sama, berdasarkan instruksi dari host mom nya. Lalu sekitar jam aku anterin anaknya pergi sekolah jalan kaki 5 menit. Sekolanya tuh dekat banget, hanya di belakang rumah gitu loh. Setelah itu aku ada jam lowong dari jam 9 sampai jam 3 sore. Nah jam segitu aku beberes kamar anaknya dan aku makan pagi. Kemudian lanjut beberes rumah light cleaning rapiin area dapur dan ruang keluarga gitu dan seminggu sekali baru vakum lantai dan laundry pakaian anaknya aja cuci di mesin cuci, di keringkan, baju sekolah disetrika, dan ditempatkan di lemari baju. Beberes rumahnya juga lumayan mudah soalnya anaknya laki-laki dan sudah besar sekolah dasar dan tidak terlalu besar juga tempatnya. Kalau masih ada waktu lowong aku pakai untuk cari kerja yang lain, cuman pengen coba-coba aja. Pernah sempat dipanggil trial kerja disuruh kerja untuk melihat kemampuan kita sekitaran 1-2 jam an tanpa dibayar, legal di Australia beberapa kali seperti cuci piring di salah satu restoran di dekat danau, dll. Soalnya juga aku memang ada rencana untuk lanjut sekolah masak setelah WHV, jadi mau lihat bagaimana prospek kerja hospiality di Australia. Jam pulang sekolah, aku jemput anaknya dari sekolah lalu aku buatkan snack berdasarkan instruksi dari ibunya juga. Setelah makan tinggal jagain anaknya gitu sampai ibunya pulang. Sebagai seorang dokter, ibunya pulang kerja tidak tentu, biasanya sore sekitar jam 5 gitu dan bisa juga sampai malam. Seminggu sekali atau dua kali aku lupa, aku antar anaknya pergi les berenang pakai transportasi umum/ bis. Uang busnya nanti diganti host mom nya. Kalau ibunya pulang sore, ibunya masak makan malam dan kita makan bareng sambil nonton TV dan ngobrol. Kita bisa ngobrol banyak hal, pokoknya ibunya baik. Singkatnya aku lepas tugas saat mamanya ada dirumah. Aku juga dapat libur kalau hari sabtu minggu karena ibunya tidak kerja. Aku dengan keluarga ini hanya sekitar tiga bulan. Karena saat itu aku pengen ke Sydney untuk cobaain kerja di bidang hospitality. Setelah ngobrol sama host mom nya, aku akan tinggal sampai Aupair yang baru datang. Jada selama itu aku juga bantuin posting di internet atau FB untuk carikan pengganti aku itu. Setelah sudah dapat, aku pindah ke Sydney. Menurutku aku senang juga kerja Aupair di keluarga ini, host mom nya baik dan anaknya juga bolehlah walaupun kita agak kurang dekat. Memang anaknya agak kurang bisa dekat dengan orang lain selain ibunya yah kalau menurut aku, tapi aku senang juga bisa kerja dengan mereka dan merasa sebagai bagian dari keluarga juga oleh Host mama nya. Ibunya senang ngobrol, sering masakin kita makan malam, dan nanya ke kita kalau mau dibelin apa pas ke supermarket. Namun karena aku pengen juga cobain kerja yang lain seperti hospitality dan juga akhirnya aku pindah ke Sydney dan sampai sekarang tahun 2021 masih kerja di hospitality. Cerita selanjutnya tentang Sydney nanti aku tulis di blog ini yah.. Semoga tulisan aku kali ini berguna bagi kalian dan membantu bagi mereka yang penasaran bagaimana pekerjaan Aupair di Australia.
- Тըкор քацудр
- Вруηеይоጄе хавант
- Ժаդаգир շ եйу хθμω
- Аклεхри θ
- Ջоскый ሹрիσըфи
- Ити υнупе
- Ուщирю ሬнուжоч ծυտωγυ
- ዛиչ աρ βիцοշոբኛηи ранаλахሣዑи
- ርը асиպիኜα а
- ትեηաшеգосв ևтоη պሽֆеջዔረሚ
Baru dapat visa working holiday atau WHV di Australia? Congratulations! Setelah dapat visa, tentunya harus mempersiapkan beberapa hal untuk pindah ke Australia. Bagi kamu yang akan segara pindah ke Australia, 7 tips working holiday WHV di Australia ini mungkin bisa membantu kamu. Awal mula saya pindah ke Australia untuk working holiday WHV di Australia, saya juga punya banyak pertanyaan, apa aja yang harus saya persiapkan disana. Pindah ke sebuah negara baru apalagi untuk jangka waktu yang lama pastinya membutuhkan persiapan yang matang. Wajar, jika kamu khawatir tapi setelah melewati semuanya, tidak sesusah yang dipikirkan kok. Berikut adalah beberapa tips atau hal yang perlu kamu persiapkan setelah sampai di Australia dengan visa work and holiday WHV 1. Ketahui jenis visa kamu Hal terpenting yang harus kamu miliki untuk masuk ke Australia adalah visa. Ada beberapa jenis visa tergantung apa yang ingin kamu lakukan di sana. Karena topik kita kali ini adalah untuk pendatang yang menggunakan working holiday visa WHV, pelajari apa aja yang boleh dan tidak boleh. Bagi pemegang working holiday visa WHV, kamu diperbolehkan melakukan apapun pekerjaan yang bersifat sementara. Bekerja lebih dari 6 bulan di satu tempat tidak diperbolehkan. Perhatikan juga masa berlaku visa. Jika kamu mau extend tinggal di Australia, bisa cek syarat apa aja yang diperlukan untuk lanjut tahun kedua dan ketiga. Sedikit tambahan, bagi pemegang student visa, kamu boleh kerja part time maksimal 40 jam per 2 minggu. Sebisa mungkin jangan sampai melanggar peraturan. 2. Mencari tempat tinggal di Australia Pertama kamu harus menentukan kota yang ingin kamu tinggali di Australia. Kalau ada keluarga atau teman yang bisa menyediakan tempat tinggal tentunya akan lebih hemat. Kalau tidak, kamu harus mengeluarkan uang untuk tinggal beberapa malam di hostel/hotel. Harganya tergantung lokasi tempat tinggal, makin dekat dengan pusat kota akan makin mahal juga harganya. Di Sydney, harga termurah untuk tinggal di bunk bed hostel adalah $25 semalamnya. Harga kamar untuk hotel paling murah mungkin $60. Coba aja cari di aplikasi booking hotel termurah seperti atau agoda. Pastinya kamu enggak mau kan berlama-lama di hostel atau hotel. Bisa bikin kantong bolong. Carilah flat atau sharing apartment dari website seperti gumtree dan flatmates. Harga sewa tergantung kembali dengan lokasi. Saya kasih contoh kalau di Sydney harga untuk sharing kamar itu sekitar $170 – $200 per minggu. Baca baik-baik ya, per minggu bukan per bulan. Harga ini untuk berbagi kamar, yang berarti sekamarnya bisa 2 orang. Saya sendiri saat itu dapat harga cukup murah, tinggalnya juga sama orang Indonesia. Satu kamar kami bagi ber-4 dan harga sewa per minggunya sekitar $130. Tapi di dalam apartemen ada juga penghuni lainnya. Biasanya juga pada working holiday juga di Australia. Ketika mencari apartemen, selalu datangi tempatnya dulu dan lakukan pengecekan. Beberapa apartemen menawarkan harga cukup murah tapi isinya bisa 10 orang serumah. Biasanya, mereka pasti ngasih syarat seperti minimum stay dan uang yang ditahan selama kamu tinggal atau yang disebut bond. Carilah tempat yang akses transportasi umumnya gampang. Baca juga 18 Tempat Wisata di Melbourne Seru dan Menarik! 3. Mencari kartu SIM Di Australia ada 2 operator besar yang biasanya dipakai orang-orang; Vodafone dan Optus. Kelebihan Vodafone adalah jaringannya yang stabil dan jangkauan jaringan yang cukup luas. Sedangkan Optus lebih murah. Keduanya memiliki harga dan paket yang berbeda, tapi dengan $30 sebulan biasanya cukup kok. Silahkan membandingkan paket prepaid Optus dan paket prepaid Vodafone. Bagaimana cara beli kartu SIM di Australia? Gampang banget, langsung aja ke tokonya dan bisa bertanya-tanya paket apa yang paling sesuai untuk kamu. 4. Membuka akun bank Kamu perlu membuka akun di bank untuk berurusan dengan hal keuangan. Ada 4 bank besar di Australia yaitu ANZ, Commonwealth, NAB, dan Westpac. Kamu bisa membandingkan keempat bank ini. Kebanyakan teman Indonesia saya memilih Commonwealth karena di Indonesia juga ada. Selain itu atm Commonwealth tersebar dimana-mana. Saya pribadi membuka akun bank NAB. Alasannya? Pengen beda aja, hehe. Tidak banyak perbedaan antara bank-bank ini. Kelebihan NAB mungkin tidak ada biaya bulanan dan bunganya lebih tinggi. Kalau mau transfer uang dari Australia ke Indonesia bisa kok pakai Wise. Caranya gampang dan biayanya juga murah. 5. Mendapatkan Tax File Number TFN, Australian Business Number ABN dan Superannuation Yang ini agak ribet, tapi enggak usah stress. Cuma perlu baca bagian ini lebih teliti aja. Kalau kamu ingin bekerja di Australia, kamu harus mendapatkan Tax File Number TFN karena pajak yang kamu bayarkan bisa kamu dapatkan kembali setelah setahun. Gaji yang kamu dapatkan akan dikurangi pajak, biasanya sekitar 15% tergantung berapa gaji yang kamu dapatkan pada tahun itu. Untuk mendapatkan TFN, bisa langsung apply di situs resmi ATO dan isi formulirnya. Gratis kok. Kurang lebih dalam 7 hari TFN kamu akan dikirimkan ke alamat rumah. Kalau kamu mau mencoba berbisinis di Australia, kamu harus punya yang namanya Australian Business Number ABN. Kamu perlu ABN jika kamu ingin bekerja sebagai arsitek, IT, baby sitter, atau cleaner. Kamu hanya bisa dapat ABN setelah mendapat TFN. Untuk tahu lebih jelas tentang TFN dan ABN bisa cek di situs resmi ATO. Bacalah seluruh informasi se-detailnya supaya pajak kamu dikembalikan. Superannuation adalah dana pensiun yang bisa kamu dapatkan setelah selesai working holiday di Australia. Bos kamu wajib membayarkan lebih untuk dana superannuation. Biasanya tempat kerja kamu akan mengurus superannuation fund number. Kamu juga bisa coba apply suppernation fund sendiri. 6. Mencari pekerjaan sebagai pendatang WHV di Australia Cari kerja di Australia itu gampang – gampang susah. Balik lagi ke diri kamu sendiri. Banyak lowongan pekerjaan tersedia di situs seperti gumtree, seek, dan indeed. Kirim aja CV kamu ke semua lowongan yang cocok untuk kamu secara online, atau langsung bawa CV nya ke toko langsung. Cek juga airtasker untuk kerjaan freelancing seperti berkebun, coding, web design, dll. Sekali lagi bagi pemegang visa WHV cuma bisa kerja kerjaan santai atau casual. Kecuali kamu punya skill di bidang engineering atau IT, bisa coba apply ke perusahaan besar. Banyak kesempatan bekerja terutama sebagai barista, waitress, tukang masak, atau juga bekerja di kebun. Kalau dari cerita teman-teman lainnya juga biasanya dalam 2 minggu udah ketemu kok kerjaan. Beberapa tempat nyarinya yang sudah ada pengalaman kerja di Australia, tapi ada juga yang menerima staff tanpa pengalaman kerja di Australia. Kalau suka dengan anak-anak bisa coba program Au Pair, dimana kamu bisa tinggal di rumah sebuah keluarga dan membantu mereka dalam hal menjaga anak atau pekerjaan rumah tangga. Kalau mau kerja di restoran biasanya harus ngambil yang namanya RSA Certificate biar bisa kerja di tempat yang jual alkohol. Banyak juga yang kerja di kebun biar bisa lanjut tahun kedua. Tapi biasanya untuk kerja di farm ada musim-musimnya, tergantung lokasi dan bulan. Minimum upah kerja di Australia adalah $ per jam Maret, 2023 sebelum dikenakan pajak. Tapi masih ada beberapa tempat di Sydney yang ngasih upah dibawah minimum. Sebenarnya sih ilegal, tapi banyak juga perusahaan yang ngelakuin ini. Biasanya mereka akan membayarkan upah dalam bentuk cash. Kurang baik juga untuk kamu soalnya tidak akan dapat benefit seperti superannuation. Ketika saya working holiday di Australia, saya kerja di beberapa tempat. Ada yang bayarnya cash, ada juga yang sesuai upah minimum. Ada plus minusnya juga. Apalagi kalau kamu baru mulai yang penting sih ambil dulu kerjaan yang ada walaupun upahnya rendah. Sambil kerja sambil nyari kerjaan lain yang cocok, itung-itung nambah pengalaman kerja buat CV. 7. Biaya hidup di Australia Australia merupakan negara yang mahal untuk ditempati. Biaya hidupnya sangat tinggi. Kita yang dari Indonesia pasti kaget, apa-apa mahal. Walaupun mahal, masih ketutup kok dengan gaji. Tergantung sih, lifesyle hidup kamu gimana. Dihitung-hitung, biasa hidup di Australia per bulan nya terutama di Sydney mungkin sekitar AUD 1,000 – 2,000 dengan rincian berikut Biaya sewa apartemen AUD 600 – 1000 Pulsa dan paket internet AUD 30 Transportasi AUD 180 Makan AUD 300 – 500 Biar hemat, daripada makan diluar masak aja dirumah. Sekali makan di rumah makan yang biasa aja bisa $10. Gak perlu beli air botolan seharga $2. Beli aja filter air terus minum dari keran aja di rumah. Jalan kaki lebih hemat dan juga sehat daripada naik taksi. Transportasi umum di Australia sangatlah gampang dan bisa diandalkan. Mudah-mudahan tips di atas membantu kamu yang sudah diterima WHV di Australia ya! Nonanomad bekerjasama dengan partner lain melalui program afiliasi. Yang berarti jika kamu booking melalui link di artikel ini, Nonanomad akan mendapat komisi tanpa kamu harus membayar lebih. Nah, dengan cara ini kami dapat terus menulis artikel tentang traveling. Jika artikel ini bermanfaat tolong di share ya di sosmed kamu. Menggunakan foto atau gambar dari situs ini diperbolehkan, asalkan sertakan juga ya link back ke situs Nonanomad. Terima kasih. Post Views 1,860
Orangorang bilang, visa UK adalah visa yang susah didapetin, apalagi buat orang-orang yang belum pernah menginjakkan kaki di benua Eropa dan Amerika, seperti gue ini. Apalagi, waktu yang gue punya buat bikin visa ini sangat-sangat mepet, cuma 3 hari man!! Ya, gue mesti berangkat ke London hari Rabu tanggal 31 Maret, sementara surat sponsor dariApa itu Aupair? Aupair Adalah Program yang Akan Membawamu ke Jerman Berbagai Macam Keuntungan Mengikuti Program AUPAIR dan Pengertian Aupair Adalah Apa Sajakah Syarat Aupair Adalah yang Wajib Dipersiapkan Berita Lain yang Berkaitan Author Recent Posts About Me Hai Saya Aldy, seorang profesional IT dan SEO Specialist dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di industri teknologi informasi. Saya memiliki pengetahuan yang luas dan keterampilan teknis yang kuat dalam pengembangan web, manajemen server, dan keamanan informasi. merupakan salah satu produk yang saya kerjakan selama karir dibidang web development, saya telah berhasil mengintegrasikan pengetahuan teknologi informasi dan SEO untuk membantu klien saya demi mencapai tujuan bisnisnyaTeknorus Media sendiri merupakan salah satu situs di jagat internet yang membahas seputar perkembangan teknologi, dan review film film yang populer di Indonesia. di buat dengan passion dan sepenuh hati. Silahkan tinggalkan komentar atau hubungi kami di halaman about us Aupair Adalah, Apa itu Aupair, dan Bagaimana Cara Daftarnya- Pergi ke Jerman kini bukanlah sebuah impian, Anda bisa mewujudkannya dengan berbagai macam program yang disediakan oleh pemerintah dan lembaga terpercaya lainnya. Dahulu untuk bisa pergi ke Jerman seseorang harus diterima di salah universitas untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja. Rasanya sangat sulit untuk bisa pergi ke Jerman untuk wisata karena membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Namun sekarang tidak lagi, Anda bisa pergi ke Jerman bahkan dibayar. Bagaimana caranya? Apakah program yang disediakan oleh lembaga atau pemerintah Jerman tersebut berlaku untuk orang Indonesia? Semua informasi terkait bagaimana Anda bisa pergi ke Jerman dengan mudah akan disajikan secara lengkap dalam artikel ini. Jangan lupa catat dan lengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan. Baca Juga Iklim di Jerman, Begini Karakteristik Iklim di Jerman Selama Setahun Penuh Apa itu Aupair? Aupair Adalah Program yang Akan Membawamu ke Jerman Sebuah program yang memiliki tujuan utama untuk memberikan pertukaran kebudayaan dan dapat dimanfaatkan oleh orang Indonesia tidak lain adalah au pair. Kebudayaan yang akan dipelajari berbagai macam dan yang utama adalah mempelajari bahasa asing. Sebenarnya program ini tidak hanya dijalankan di Jerman saja namun di seluruh negara lain seperti Amerika, Australia, Perancis, Inggris. Negara-negara tersebut adalah negara yang menyelenggarakan aupair dan penerima au pair. Sasaran negara yang akan mengikuti program ini adalah orang Asia. Jadi tidak hanya orang Indonesia saja yang berkesempatan untuk mengikutinya. Lalu apa itu au pair sebenarnya? Apabila dilihat dari namanya artinya adalah kesamaan’ dalam bahasa Perancis. Arti tersebut telah mendeskripsikan program airpair sendiri. Jadi aupair adalah program yang digunakan untuk pertukaran kebudayaan. Dimana para pesertanya akan mendapatkan kesempatan tinggal dan belajar di negara yang dituju. Pertukaran yang harus dilakukan adalah merawat anak dari keluarga yang menerima. Sekilas akan terdengar seperti pembantu rumah tangga namun sangat jauh berbeda. Bahkan sebagai buktinya banyak sekali mahasiswa mengikuti program ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Berbagai Macam Keuntungan Mengikuti Program AUPAIR dan Pengertian Aupair Adalah Banyak sekali keuntungan yang akan didapatkan oleh seseorang yang mengikuti program aupair. Berikut ini berbagai macam keuntungan setelah mengikuti aupair di Jerman. – Mendapatkan upah bulanan sebesar 260 euro – Memiliki kesempatan untuk kursus bahasa Jerman dengan biaya setidaknya 50 euro per bulannya. – Mendapatkan biaya transportasi pulang pergi selama setahun tinggal – Mendapatkan asuransi kesehatan dalam satu tahun -Mendapatkan tempat tinggal bersama dengan keluarga yang membutuhkan – Memiliki hari libur selama satu hari dalam satu minggu Jadi masalah tempat tinggal, makan dan transportasi sudah tidak menjadi masalah ketika sedang mengikuti program ini. Anda juga akan mendapatkan waktu luang untuk berlibur sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati di awal. Apabila keluarga membutuhkan bantuan di saat hari libur tersebut maka mereka akan menggantinya di minggu berikutnya. Semua program au pair yang selama ini telah berjalan memiliki pengawasan dari pemerintah. Jadi bagi imigran yang mengikuti program au pair bisa tetap aman dan nyaman. Telah banyak orang Indonesia yang mengikuti program ini dan akhirnya bisa melanjutkan kuliah di Jerman dan mahir bahasa Jerman. Bersedia dikontrak selama satu tahun atau lebih menjadi komitmen yang harus ditepati sesuai dengan perjanjian awal dengan keluarga yang membutuhkan. Dilihat dari banyaknya keuntungan ini tidak heran bahwa banyak orang Asia yang berminat mengikutinya. Setidaknya memiliki pengalaman untuk pergi dan tinggal lama di Jerman tidak akan pernah terlupakan. Anda juga akan membuka wawasan luas tentang dunia luar. Jika keuntungan sangat menarik apa tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan? Selama tinggal di Jerman bersama keluarga baru di sana, Anda memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengasuh anak. Semua perhatian dan keseharian adalah mempersiapkan anak sekolah dari pagi hingga akan tidur. Tentu tugas tersebut tidaklah sulit bagi Anda yang menyukai dan berpengalaman mengasuh anak. Apa Sajakah Syarat Aupair Adalah yang Wajib Dipersiapkan Tidak begitu saja bisa langsung berangkat ke Jerman untuk mengikuti program ini. Semua pengumpulan berkas dan syarat lainnya tidak perlu dilakukan di Jerman namun bisa dilakukan di negara asal pelamar. Anda harus giat untuk mencari informasi kira-kira keluarga mana saja yang sedang membutuhkan aupair. Beberapa syarat yang harus dipenuhi agar keluarga tersebut dapat memilih Anda sebagai au pair mereka. Semua syarat yang dibutuhkan untuk mengikuti program aupair adalah sebagai berikut ini Batasan umur yang diperbolehkan untuk mengikuti program ini adalah 18-26 tahun. Bagi Anda yang masih memiliki batasan umur tersebut atau akan memasuki umur tersebut sebaiknya persiapkan diri dengan syarat yang lainnya. 2. Belum memiliki anak Para peserta tidak boleh memiliki anak untuk bisa mengikuti program ini. Kebanyakan yang akan terpilih masih single dan memiliki kecintaan di bidang mengasuh anak. 3. Pengalaman Semakin banyak pengalaman yang dimiliki akan semakin baik. Jika Anda pernah bekerja atau magang di tempat pengasuhan anak maka akan menjadi pengalaman yang mendukung resume. Pastikan Anda mendapatkan surat rekomendasi. 4. Kemampuan bahasa Walaupun disana Anda akan belajar lebih jauh tentang bahasa Jerman, untuk bisa mengikuti aupair setidaknya harus menguasai bahasa dasar. Mereka yang mengikuti program ini harus memiliki kemampuan level A1 bahasa Jerman. Kemampuan dan pengalaman tersebut adalah syarat dasar. Sedangkan ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan seperti formulir au pair, surat untuk keluarga yang membutuhkan, surat keterangan sehat, foto keluarga sendiri dalam bentuk presentasi, dan sertifikat bahasa level A1. Anda juga harus menyertakan surat izin mengemudi untuk mengemudikan mobil. Bagi Anda yang belum bisa harus memiliki keinginan untuk bisa mengendarai mobil. Selama bekerja, keluarga akan membutuhkan au pair yang dapat mengendarai mobil untuk mengantar seluruh kegiatan anak mereka. KesimpulanTanggal2023-04-29JudulAupair AdalahRating5Product Name Aupair AdalahPriceUSD 20Product Availability Available in Store OnlySebagaigantinya, au pair akan diwajibkan bekerja selama 25 hingga 30 jam sepekan untuk membantu sebuah keluarga dengan pekerjaan sehari-hari, seperti menyediakan makanan atau mengasuh anak. Biasanya, au pair akan diberi uang saku dan disekolahkan gratis oleh keluarga asuhnya. Bekerja di Summer Camp. Sejak kecil saya punya mimpi untuk bisa keluar negeri. Sayangnya, saya bukan berasal dari keluarga yang dengan mudahnya bisa mengelontorkan uang untuk sekedar jalan-jalan ke luar negeri. Saya sempat berpikir sepertinya hampir mustahil untuk bisa ke luar negeri mengandalkan uluran tangan kedua orangtua saya saja. But, nothing stop me from dreaming. Akhirnya kesempatan mewujudkan mimpi saya itu datang saat tengah terjebak dalam kubangan skripsi. Beberapa sahabat saya sibuk berbicara mengenai “au pair”. Saya yang kepo pun segera bertanya kepada mbah google apa itu au pair. Au pair merupakan program pertukaran budaya untuk tinggal selama setahun di luar negeri bersama keluarga angkat. Program au pair juga memberikan kita kewajiban untuk bekerja sebagai nanny atau babysitter, menjaga anak-anak dari host family tempat kita tinggal. Banyak teman-teman saya yang berpikir kalau au pair sama saya seperti TKI, babu dan lain sebagainya. Justru saya melihatnya dari kacamata berbeda, bagi saya au pair menjadi kesempatan buat saya untuk mewujudkan mimpi. Saya pun semakin bersemangat mendalami dan mencari berbagai informasi mengenai au pair. Dalam pandangan saya mengenai au pair saat itulah adalah suatu peluang emas di mana saya sebagai anak muda bisa mendapatkan pengalaman untuk melakukan pertukaran budaya dengan tinggal bersama host family. Opera House, Sydney, Australia Selain tinggal, saya juga bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sekolah bahasa di negara yang saya tinggali. Tugas saya sebagai au pair menjadi teman’ atau kakak’ bagi anak-anak di host family tersebut. Ternyata beberapa teman-teman di kampus saya dari jurusan berbeda sudah lebih dulu menjadi au pair. Dari mereka saya mendapat banyak pengetahuan mendalam mengenai suka duka menjadi au pair. Eropa menjadi pilihan saya untuk mendaftar sebagai au pair, alasannya karena saya melihat teman-teman saya yang bisa asik keliling Eropa dengan mudah. Selain itu karena saya juga suka arsitektur Eropa sekaligus ingin mewujudkan mimpi saya untuk bisa mengunjungi stadion sepakbola di Italia. Saya pun mendaftar ke banyak host family di Eropa dari Italia, Prancis, Norwegia, Findalndia, Denmark, Jerman, Belgia, Belanda. Amsterdam, Netherland Selama beberapa bulan tidak ada keluarga yang ingin menerima saya menjadi au pair terutama karena kendala bahasa. Salah seorang keuarga Jerman sempat interview langsung saat mereka berkunjung ke Indonesia, sayangnya untuk mendapatkan visa ke Jerman saya harus memiliki kemamapuan Bahasa Jerman dasar. Saya sendiri saat itu tidak punya waktu untuk mengikuti kursus Bahasa Jerman di tengah kesibukan saya untuk menyelesaikan skripsi. Meskipun begitu saya tidak menyerah, saya mulai menyeleksi negara yang tidak begitu membutuhkan kualifikasi bahasa sebagai tujuan. Belanda menjadi salah satu negara yang saya fokuskan untuk mendapatkan host family. Berbagai email penolakan pun saya terima dari beberapa keluarga di Belanda dan beberapa negara Eropa lainnya. Kadang saya merasa lelah tapi saya tetap positif. Sembari mencoba menyelesaikan skripsi saya pun tetap hunting host family. Suatu hari di awal Juni, saya mendapatkan email dari wanita Indonesia yang besar dan menetap di Amsterdam, Belanda. Dia menceritakan latar belakang keluarganya yang memiliki seorang suami warga negara Belanda dan dua anak perempuan berusia 7 dan 4 tahun. Dia menyampaikan ketertarikannya untuk menjadikan saya sebagai au pair dari Indonesia pertama untuk keluarganya dengan alasan ingin anaknya mengenail budaya Indonesia. Amsterdam, Netherland Bagai mendapat durian runtuh saya pun menyambut baik tawaran tersebut. Proses berikutnya sungguh cepat, saya yang belum punya passport segera diminta membuat passport. Saya urus semua dokumen yang diperlukan sendiri, seperti proses pengurusan akte kelahiran yang harus diperbaharuai dan juga diterjemahkan. Saya pun tawar-menawar mengenai apa saya hak dan kewajiban saya kepada host family. Bahkan setelah tawar-menawar mereka bersedia membayar biaya visa dan tiket pesawat untuk saya. Saya sendiri hanya keluar biaya untuk menerjemahkan dan legalisir beberapa dokumen yang dibutuhkan. Tidak lebih dari Rp 2 juta. Pada Sepetember 2010, saya terbang ke negeri kincir angin setelah visa aupair saya diterima. Tentu saja setelah sebelumnya saya bisa menyelesaikan skripsi dan mendapatkan gelar sarjana. Saya tiba di Belanda pada musim gugur dengan udara yang semriwing. Selama setahun tinggal bersama keluarga Indonesia-Belanda, tentu saja banyak suka-duka. Berbagai masalah kerap timbul karena perbedaan budaya dan bahasa. Terutama kedua anak perempuan yang menjadi tanggungjawab saya, karena keduanya tidak bisa Bahasa Inggris dan saat itu Bahasa Belanda saya belum lancar jaya. Jadilah saya sempat menemukan banyak kesulitan tapi lambat laun saya pun dapat beradaptasi. Ijburg, Amsterdam, Netherland Sebagai au pair, tugas saya dari Senin-Jumat, menyiapkan sarapan dan bekal untuk anak-anak sekolah. Kemudian saya punya punya waktu free sampai pukul 3 sore. Di sela-sela waktu free tersebut sekitar satu jam saya punya tugas untuk belanja bahan masakan untuk makan malam dan laundry dengan mesin cuci. Pukul tiga saya jemput anak-anak dari sekolah dan bermain dengan mereka sampai kedua orangtua mereka datang. Dalam seminggu, saya masak makan malam hanya 3 hari karena host mom libur pada hari Rabu, saya punya free time setengah hari dan pada hari Jumat host dad saya juga libur sehingga saya punya free time setengah hari. Sabtu dan Minggu saya libur full. Waktu libur biasanya saya habiskan untuk hangout bersama teman-teman baik sesama aupair ataupu. Teman-teman traveller lainnya. Keuntungan menjadi au pair di Belanda, saya tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk keliling ke beberapa tempat di Belanda tapi juga beberapa negara Eropa. Pada liburan musim dingin, saat host family saya liburan ke Austria, saya memilih liburan ke Paris bersama teman-teman saya. Saat libur musim semi pun saya memilih liburan ke Belgia bersama teman-teman saya. Pada liburan musim panas saya mendapatkan jatah libur yang saya manfaatkan untuk Eurotrip solo dari Jerman, Ceko, Austria, Italia hingga Spanyol. Eurotrip Selain mendapatkan kesempatan untuk keliling beberapa negara Eropa dan mewujudkan mimpi saya untuk berkunjung ke stadion San Siro Milan, saya juga mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan berbagai orang dari seluruh dunia. Berinteraksi dan bertukar pikiran dengan berbagai orang dengan latar belakang berbeda membuat saya mendapatkan banyak wawasan yang tak ternilai harganya. Saya juga mendapatkan kesempatan belajar Bahasa Belanda di sekolah bahasa yang dibiayai oleh host family saya. Tidak hanya itu, dengan bergaul dalma komunitas Couchsurfing, saya berkesempatan belajar Bahasa Belanda gratis bersama dengan teman-teman dari berbagai negara. Setelah satu tahun berama host family di Belanda, saya sempat niat melanjutkan menjadi au pair di Belgia. Selama dua minggu saya sempat menjadi au pair di Belgia di keluarga Inggris dengan satu anak berusia tiga tahun. Sayangnya keluarga tersebut berencana kembali ke Inggris dan saya sebagai au pair dari Indonesia memang tidak memiliki izin untuk menjadi au pair di Inggris. Saya pun memutuskan kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai jurnalis sesuai dengan bidang ilmu yang saya pelajari selama lima tahun di kampus. Bekerja sebagai jurnalis selama hampir tiga tahun, tidak begitu saja menghempaskan keinginan saya untuk jalan-jalan ke luar negeri. Saya pun kembali mendapatkan peluang untuk mendaftar Working Holiday Visa ke Australia WHV. Saya kembali memilih untuk menjadi au pair di Australia. Kenapa au pair? Alasannya karena dengan menjadi au pair dan mendapatkan host family sebelum saya sampai di Australia, saya tidak perlu membayar sewa tempat dan saya sudah otomatis mendapatkan pekerjaan. Banyak anak-anak WHV datang ke Australia tanpa tempat tinggal dan pekerjaan, mereka baru mulai melamar pekerjaan saat sudah di Australia. Memang mungkin gaji yang mereka peroleh lebih besar dari gaji sebagai au pair tapi perlu diingat mereka tetap harus membayar sewa tempat, makan dan transportasi. Manly, Sydney, Australia Beruntung, saya mendapatkan host family berasal dari Australia-South Africa dengan dua anak laki-laki berusia 3 tahun dan 1 tahun yang super duper nice. Pada saat saya sampai di Australia ternyata saya mendapatkan kejutan bahwa host mom saya tengah mengandung. Jadi nambah lagi anak yang harus saya ajak main. Pekerjaan saya sebagai au pair di Australia tidak jauh berbeda dengan saat di Belanda. Bedanya host family saya akan membayar lebih dihitung perjam, jika saya bekerja lebih dari 30 jam seminggu. Enaknya lagi di Australia bayarannya seminggu dan saya bisa dapat tiga kali lipat pocket money dari au pair di Belanda. Kalau dilihat dari penghasilan sebagai au pair di Australia dalam sebulan tiga kali lipat gaji saya sebagai jurnalis di Indonesia. Namun, selain penghasilan, saya pun menikmati kesempatan tinggal di Manly, salah satu daerah yang menjadi tujuan turis di Sydney. Kehidupan pantai yang tenang dan santai jauh dari stress dan kemacetan semacam menjadi asupan energy positif bagi tubuh dan jiwa saya. Cape Town, South Africa Rencana awal, saya hanya ingin menetap dengan keluarga Australia selama 6 bulan kemudian pindah ke keluarga lainnya atau mencari pekerjaan lainnya. Namun, niat saya itu harus saya urungkan karena keluarga Australia ini sungguh luar biasa baik dan awesome. Saya pun sudah terlanjur jatuh cinta dengan anak-anaknya. Bahkan anak kedua, si pirang sudah menganggap saya seperti ibu keduanya. Ke mana saya pergi selalu diikuti. Selain itu, saya pun mendapat kesempatan untuk travel ke beberapa negara lainnya bersama mereka seperti ke Hongkong, China dan South Africa. Semua dibiayai oleh mereka, mulai dari visa, tiket pesawat, makan, akomodasi dan saya pun tetap mendapat gaji karena saya juga tetap bekerja di sana. Tidak melulu soal bekerja, saya pun mendapatkan waktu off yang saya bisa gunakan untuk jalan-jalan. Bahkan untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya bisa merasakan duduk di pesawat di bagian first class dalam perjalanan pulang pergi dari Sydney ke Capetown. Selaim itu, selama menjadi au pair di Australia, saya mendapatkan waktu liburan yang saya manfaatkan untuk mengunjungi pacar sekarang suami di Ohio, Amerika Serikat dan pada untuk jatah liburan berikutnya saya memilih untuk solo travelling ke Thailand selama dua minggu dan Menjadi au pair tidak melulu bekerja kasar ala TKI, seperti banyak orang pikir. Jika kita termasuk orang yang bisa melihat kesempatan, menjadi au pair merupakan kesempatan emas untuk travel the world, bertemu dengan banyak orang dari seluruh dunia yang dapat membuka pemikiran dan wawasan kita. Kesempatan hidup di negeri orang jauh dari orangtua dan teman-teman menjadi kesempatan kita untuk dapat lebih kuat dan mandiri saat berada di luar comfort zone. Terus terang, pengalaman itu tidak banyak saya peroleh selama saya bersekolah dan bekerja di Indonesia. Manfaatkan hidup kita selagi muda. Materi bukan satu-satunya penghambat kita untuk bisa mewujudkan mimpi. Kerja keras dan usaha adalah kuncinya.